The Bounty Hunter

Membicarakan tentang dunia poker untuk saat ini memang sangat berkembang, tidak hanya di manca negara seperti eropa dan amerika. Indonesia pun telah memunculkan satu pemain poker profesional yang sudah melanglang buana di turnamen-turnamen poker eropa dan amerika. Ya benar JJ. Luckbook alias John Juanda merupakan pemain poker asal Indonesia, namun berbicara tentang pemain poker hebat dunia memang Indonesia masih kalah jauh dengan amerika. Terbilang banyak pemain profesional poker asal amerika yang menjuarai berbagai turnamen poker, salah satunya adalah the bounty hunter. Seorang murni keturunan amerika yang lahir pada tanggal 10 Mei 1981 di Washington ini masih terbilang muda tentunya, baru 37 tahun tetapi dia bisa menjadi salah satu dari 27 pemain poker yang bisa menjuarai world series of poker (WSOP) dan world poker tour (WPT).

Ini prestasi yang membanggakan sebab banyak pemain hebat yang hanya bisa menjuarai salah satu dari kedua turnamen. Misal hanya menjuarai WSOP namun tidak bisa menjuarai WOT atau justru sebaliknya, memang apabila berbicara soal poker ini tidak bisa hanya mengandalkan skill. Keberuntungan juga berperan dalam permainan poker ini, apabila seorang pemain ditakdirkan tidak beruntung dalam salah satu series WSOP atau WOT maka ya sebagus apapun skill yang ia miliki akan tetap saja tidak bisa memenangkannga. Berbicara kembali soal the bounty hunter tadi, sebarnya itu hanyalah nama julukan yang diberikan kepada seseorang yang bernama Brandon Cantu ini.

World Series of Poker

Dia lah sang juara dua kali World Series of Poker (WSOP) dan sekali juara World of Tour (WPT), yang akan saya jelaskan secara lebih detail didalam paragraf kedua ini. World Series of Poker pertama yang dia dapatkan adalah pada acara $ 1,500 No Limits Hold’em, The bounty hunter berhasil menyisihkan 2774 pemain lainya dengan berhak membawa pulang hadiah senilai $ 757,839 sekaligus turnamen ini merupakan yang terbesar. Selanjutnya pada tahun 2008 Cantu berhasil menempati peringkat 20 dari 6884 pemain poker profesional di WSOP. Barulah ditahun 2009 ia berhasil mendapat bracelets keduanya setelah berhasil mengalahkan Lee Watkinsok dengan membawa pulang hadiah senilai $ 228,867. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi pemain poker yang baru menginjak umur 28-29 tahun dimana hanya ada sedikit pemain poker profesional yang bisa melakukan itu. Tidak hanya itu saja, turnamen sekaliber WSOP yakni World poker tour (WPT) juga bisa ditaklukkan oleh the bounty hunter pada saat ia berumur 27 tahun tepatnya pada saat setelah ia menempati urutan ke 20 pada WSOP, namun dia berhasil menduduki peringkat pertama pada world poker tour.

Berkat kejeniusannya bermain poker ini dia berhasil membawa banyak uang hanya dengan bermain poker saja, sungguh hidup yang mudah bukan. Bermain kartu menentukan peluang dengan bermain aman bisa membawa ratusan ribu dolar amerika bahkan jutaan dolar amerika. Namun sayang seribu sayang the bounty hunter alias Brandon Cantu ini belum mendapatkan penghargaan hall of fame alias pemain terbaik poker dunia yang sebanding dengan Daniel Negreanu, Phil iveys, dan mungkin JJ luckbook sang pemain poker hebat asal Medan Indonesia. Tapi saya sebagai pengamat permainan poker profesional ini meyakini bahwa pemain yang bisa memenangkan 2 kejuaaraan judi ternama sekaligus ini akan bisa menyandingkan namanya di hall of fame para pemain poker terhebat sepanjang masa dunia ini.

Related Posts

Got Something To Say:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*